Monday, October 21, 2013

Review Torino 3 - 3 Inter: Hilangnya Kiper Inter

Saya hanya bisa terdiam ketika wasit mengganjar Handanovic dengan kartu merah. Inter terpaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-5. Alhasil Kovacic harus rela ditarik keluar untuk diganti oleh Pablo Carrizo. Sempat bermain gemilang dengan menahan penalti Alessio Cerci tetapi bermain dengan cukup menggelikan di dua gol terakhir.


Sumber: (www.whoscored.com)

Memang hilangnya Handanovic sangat memengaruhi permainan Inter. Bermain dengan 10 orang sangat berat apalagi di kandang lawan. Yang patut disorot adalah lini belakang Il Nerazurri. Trio Rolando-Ranocchia-Juan tidak bisa menghadang serangan-serangan balik cepat yang bertumpu pada Alessio Cerci.

Serangan Inter pun terkonsentrasi pada kedua sisi sayap. Tetapi Nagatomo bermain tidak seperti biasanya. Cerci menyebabkan dia harus bermain lebih ke dalam. Juan dan Taider juga gagal menutup lubang yang ditinggal Nagatomo. Sedangkan Jonathan berhasil melakukan beberapa penetrasi di sisi kanan. Sehingga Torino sering berganti serangan ke sisi kiri atau lewat tengah.

Keputusan Mazzarri memasukkan Belfodil dibanding dengan Icardi cukup menunjukkan  perubahan peta penyerangan Inter. Tapi berterima kasih lah kepada Guarin dengan overhead kick dan dua gol Palacio. Tetapi saya sangat meyangkan ketika Inter memasukkan Wallace untuk menggantikan Palacio di menit-menit akhir. Saya menyayangkan Mudingayi yang punya naluri defensif tinggi tidak dimainkan.

Lalu apakah saya salah memilih untuk judul di atas? Bandingkan kemampuannya menahan penalti dengan ketiga gol lainnya. Silahkan menilai sendiri.

 Sumber: (http://elsitioderuife.files.wordpress.com)

Sunday, October 20, 2013

Bagaimana Jika American Football Adalah Solusi Tawuran?

Pernahkah kalian mendengar tentang olahraga American Football? Salah satu olahraga yang sering disamakan dengan Rugby itu. Ya memang di Indonesia olahraga yang satu ini kurang populer dibandingkan olahraga yang lain. Saya pun baru akhir-akhir ini mengetahui tentang olahraga ini. Memang saya belum pernah mencoba bermain langsung. Hanya menonton beberapa pertandingan NFL saja. Itu pun tidak rutin karena saya tidak punya akses untuk menonton channel Tv luar. Tetapi saya langsung menyukai olahraga ini.

Pertama kali kenal dengan American Football saat saya sedang berada di sebuah hotel di Jakarta untuk menghadiri pernikahan sepupu saya. Kebetulan saat itu ada pertandingan antara Jepang vs Hongkong (kalau tidak salah). Entah itu terjadi di dalam kejuaraan apa saya tidak tahu. Ya walaupun tidak menonton hingga akhir pertandingan. Hanya satu kesan yang muncul yaitu keren. Terlihat sekali permainan ini penuh dengan strategi-strategi yang cukup kompleks. Dan yang menarik tentu saja benturan fisik yang -legal dan tanpa aturan- diperlihatkan oleh semua pemain.

Sejak saat itu saya pun tidak sengaja menemukan komik Eyeshield 21. Komik ini menceritakan tentang sekolah Deimon yang berjuang untuk menjadi juara Christmas Bowl. Ya semakin bertambahlah rasa penasaran saya dengan olahraga ini. Dan akhirnya saya mengenal permainan NFL Pro di tablet. Ya ini cukup mengobati saya akan rasa penasaran tentang American Football.

Permainan 11 orang ini bisa diterapkan dengan operan atau dengan run, bisa juga dengan kick. Tujuannya semua sama yaitu untuk mendulang poin. Selain itu yang paling mencolok adalah kemampuan pemain yang memiliki kamampuan spesialis untuk bertahan atau menyerang. Dan spesialisasi untuk setiap posisi. Untuk lebih jelasnya kalian bisa membaca di http://en.wikipedia.org/wiki/American_football

Tapi sayang di Indonesia olahraga ini belum terlalu populer apalagi di kalangan remaja. Saya berharap suatu saat Indonesia bisa "menerima" olahraga ini. Karena olahraga ini menarik dan penuh tantangan. Ya cocok untuk remaja Indonesia yang suka tawuran. Daripada kalian tawuran dengan menggunakan alat-alat dan senjata tajam. Lebih baik kalian mencoba membentuk tim American Football. Kalian bisa melancarkan tackle yang brutal sekalipun untuk menghentikan pergerkan atau merebut bola. Toh ini permainan tim dengan pertarungan individual. Sama saja dengan tawuran yang ramai dengan pertarungan satu lawan satu. Cedera? Itu pasti. 

Sunday, October 6, 2013

Review Inter 0 - 3 Roma: Buruknya Wingback Inter tanpa Jonathan


Publik Giuseppe Meazza kembali terdiam setelah gol Florenzi tercipta. Sepanjang babak pertama Roma terlihat sangat superior terutama di sisi kanan. Mereka berhasil mengeksploitasi buruknya permainan Alvaro Pereira di sisi kiri. Handanovic dan Ranocchia pun bermain tidak seperti biasanya. Tidak ada penyelamatan gemilang dan tackle brilian dari kedua pemain.

Absennya Hugo Campagnaro dan Jonathan sangat berpengaruh terhadap lini pertahanan Il Nerrazurri. Inter kembali kehilangan sosok commander di belakang. Ini mengingatkan saya pada musim lalu ketika Samuel absen selanjutnya rentetan hasil buruk pun berdatangan. Saya pun sedikit heran karena Mazzarri lebih memilih Rolando daripada Samuel. Tetapi ternyata Ranocchia yang bermain buruk dini hari tadi.

(Sumber: www.whoscored.com)

Bisa dilihat dari statistik di atas, Inter menguasai pertandingan tetapi sangat buruk dalam finishing. Dari total 18 tembakan hanya tiga yang mengarah gawang dan gagal menjadi gol. Tidak adanya Jonathan menjadi tumpulnya serangan Inter yang terbiasa menyerang di sisi kanan. 
(Sumber: www.whoscored.com)

Roma banyak menyerang dari sisi kanan melalui Gervinho dan Torosidis. Gol pertama Roma dari Totti pun disebabkan oleh buruknya Pereira dalam menutup sisi kiri Inter. Puncaknya ketika Pereira menyebabkan pinalti untuk Roma. Alhasil dia diganti oleh Icardi untuk bermain lebih menyerang dengan formasi 3-4-1-2. Selain itu Taider juga gagal bermain gemilang seperti saat dia menahan Vidal saat melawan Juventus. Nagatomo pun tidak menunjukkan tajinya dan bisa disimpulkan bahwa kedua wingback Inter bermain sangat buruk dan menyebabkan kekalahan telak.

Masuknya Mateo Kovacic sedikit merubah permainan Inter. Inter bermain lebih rapat dengan passing pendek. Tapi sayang duet Mehdi Benatia dan Leandro Castan berhasil mengurung Palacio dan Alvarez. Akhirnya Inter lebih banyak melancarkan long shots yang jauh dari efektif. Masuknya Diego Milito pun tidak berpengaruh banyak. Padahal Inter punya kesempatan ketika Balzaretti dikeluarkan wasit karena mendapatkan kartu kuning keduanya. Tapi semua usaha gagal dikonversi menjadi gol.

Untuk pertandingan selanjutnya, saya berharap Mazzarri berani untuk memainkan Samuel di lini belakang dan mencoba Wallace di sisi kanan. Pereira terlihat tidak kompeten bermain sebagai wingback. Nagatomo pun lebih bertaji jika bermain di sisi kiri. Kovacic harus lebih sering dimainkan karena inkonsistensi permainan Taider. Mazzarri pun harus lebih banyak memberi menit bermain untuk Icardi dan Belfodil, karena Inter sudah mulai terbaca serangannya yang bertumpu pada Jonathan-Guarin-Alvarez-Palacio. Jonathan pun tidak punya pelapis sepadan.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa saya tidak salah menempatkan kedua wingback sebagai kambing hitam kekalahan Inter. Karena ketiga gol Roma berasal dari sana, bukan dari tengah.


Saturday, September 28, 2013

Kota Hujan Rasa Hijau dan Bising Klakson Angkot

Akhir-akhir ini saya sering merindukan keadaan kota Bogor yang dulu. Kota yang nyaman dan aman. Ya walaupun saya baru 20 tahun di kota ini. Tapi terasa semakin berbeda dibanding masa kecil dulu. Apa kota ini memang berubah? Apa saya yang semakin peka dengan keadaan? Entahlah. Mungkin hanya angkot yang bisa menjawabnya.

"Lho, memangnya Bogor sekarang tidak nyaman dan aman? Bukankah Bogor punya julukan Kota Hujan? Bukankah Bogor punya Kebun Raya? Seharusnya lebih nyaman kan? Bukankah Bogor punya istana negara? Lalu bukankah Bogor juga punya pangkalan Angkatan Udara? Seharusnya lebih aman kan?"

Ya iya sih. Itu kan yang seharusnya tapi sekarang rasanya beda. Sekarang Bogor sedang berkembang menjadi kota yang lebih metropolis. Banyak Mall, dibangun jalan tol, banyak pembangunan kawasan perumahan elit, dan lain sebagainya. Dari semua "kelebihan" itu pasti ada kekurangannya. Yang utama itu adalah kemacetan. 

Kemacetan yang terjadi di Bogor ada dua penyebabnya. Yang pertama banyaknya kendaraan di jalan. Dan yang kedua adalah angkot. Dan angkot adalah kendaraan yang selalu ada di manapun. Ya sederhana saja, setiap hari berapa banyak manusia yang ingin pergi ke Mall. Kebanyakan orang yang tinggal di kawasan elit pasti menggunakan mobil padahal cuma sendiri. Akhirnya macet di sekitar Mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Jangan lupa, di mana ada keramaian pasti ada puluhan angkot siap menghalangi jalan anda. Bayangkan yang terjadi, warga Bogor pasti sudah paham apa maksud saya.

Ya jika kota ini semakin berkembang, maka jumlah angkot pun bertambah. Sedangkan luas kota dan jalannya pun tidak bertambah luas. Alhasil pasti akan semakin macet beberapa tahun ke depan. Apa sebegitu parahnya angkot di Bogor? Pada awalnya saya tidak merasa rugi dengan adanya angkot. Toh, kita sama-sama bekerja kan. Dia mencari uang dengan mengantarkan orang dan saya cuma pergi ke kampus. Tapi lama kelamaan, angkot semakin menjadi-jadi tabiatnya. Berhenti sembarangan, menyalip sembarangan, menabrak pun sembarangan. Tidak jarang saya lihat supir angkot sedang berdebat atau adu jotos dengan pengendara lain.

Bogor yang tadinya disebut hijau karena memiliki Kebun Raya dan dekat dengan Gunung. Sekarang telah berubah menjadi hijau angkot. Semua angkot di kota Bogor memang berwarna hijau. Jika berwarna biru hanya yang trayeknya di atau ke arah Kabupaten. Sudah kenyamanan di jalanan hilang, identitas "hijau" di Bogor pun hilang. Mungkin hanya Persikabo yang masih bisa membanggakan dengan kostum hijau.

Oh ya, kalian sadar gak sih? Kalau Bogor itu berisik? Saya merasa begitu. Coba diperhatikan selain dari suara kendaraan yang banyak, pasti kalian sering mendengar suara klakson angkot. Saya jengah mendengar klakson setiap angkot. Setiap melihat orang berdiri di jalan pasti membunyikan klakson dengan semangat 45. Lebih membabi buta klaksonnya jika melihat orang sedang berjalan keluar dari sebuah gang kecil. Dan itu dilakukan oleh setiap supir angkot dari subuh hingga tengah malam. 

Bagaimana saya bisa merasa nyaman di jalan?

Lagipula akhir-akhir ini sering terdengar tindak-tindak kejahatan di dalam angkot. Entah itu perampokan hingga pemerkosaan. Ya terkadang dilakukan sendiri oleh supir-supir angkot. Menyeramkan.

Bagaimana saya bisa merasa aman?

Satu-satunya yang tidak berubah adalah hujan. Saya lebih senang jika hujan turun karena suara klakson-klakson angkot sedikit berkurang. Dan banyak orang yang lebih memilih berteduh daripada bertaruh dengan kehujanan dan ancaman perkosaan. Saya pun sering berharap hujan bisa datang setiap hari. Sebenarnya saya masih punya beberapa perbuatan angkot yang menurut saya merugikan. Tapi ini sudah cukup untuk saya jika angkot adalah "hama" kota ini.

Sunday, September 22, 2013

Preview Giornata 4: Hijau-Hitam vs Biru-Hitam


Akhir pekan ini Inter akan bertandang ke rumah "Sang Juru Kunci", Sassuolo. Hingga saat ini Il Neroverdi memang bermain di bawah ekspektasi banyak orang. Berpredikat sebagai juara Serie-B musim lalu tetapi gagal tampil konsisten. Dan di akhir pekan ini akan menjamu lawan berat, Internazionale.

Jika dilihat dari beberapa pertandingan Sassuolo ketika lawan Livorno, Hellas Verona, dan Torino terlihat jika tim ini memiliki kelemahan dalam soal penyelesaian akhir. Hanya mencetak satu gol dari tiga pertandingan. Gol itu milik Simone Zaza ketika melawan Livorno. Masalah pertahanan pun tak luput dari mengecewakannya penampilan Terranova. Dia tidak perkasa seperti di Serie-B lalu.

Dari semua kekurangan yang Sassuolo telah perlihatkan, masih ada beberapa pemain yang bisa memunculkan kejutan. Toh ini pertandingan pertama di musim ini mereka melawan tim besar. Pastinya motivasi yang timbul akan beda. Francesco Acerbi, Jasmin Kurtic, dan Simone Missiroli menurut saya akan menyulitkan Inter.

*Francesco Acerbi




Pemain belakang ini menurut saya akan menjadi pendamping yang pas untuk Terranova di depan kiper. Walaupun dia baru bermain sekali ketika lawan Verona. Dia mencatat 4 intercept, 1 blocked shot, dan 7 clearances. Artinya dia cukup sigap dalam membaca permainan lawan. Selain itu dia punya keunggulan dalam bola atas. Ini sebuah keuntungan karena Inter kemungkinan akan kembali memasang Palacio sendirian ketimbang menduetkan dengan Icardi atau Belfodil. 

*Jasmin Kurtic

Kurtic adalah top performer di Sassuolo dalam tiga pertandingan terakhir. Dia adalah pusat serangan Sassuolo di dalam formasi 4-3-3. Selain itu dia punya akurasi passing yang tinggi hingga 84%. Jadi, mudah saja untuk Inter. Tutup pergerakan Kurtic maka Sassuolo akan kesulitan mengembangkan permainan. Hehehe.

*Simone Missiroli
 Walaupun dia tidak menonjol seperti Kurtic, tapi dia adalah kunci dalam permainan Sassuolo. Dia berperan sebagai maestro tempo permainan. Akurasi passingnya juga cukup tinggi 80% dalam tiga pertandingan. Tak jarang dia sering mengendurkan tempo permainan dan melepaskan umpan-umpan pendek khas Il Neroverdi. Selain itu dia juga kuat dalam tackle dan duel udara. Jadi, mudah saja untuk Inter. Hentikan Missiroli dan Sassuolo akan panik. Hehehe.

Postingan Populer