Monday, March 4, 2013

Kenapa Harus Internazionale?

Kenapa Harus Internazionale?
  
"Kenapa harus Inter Milan sih?" "Emang apa bagusnya sih Inter?" Pertanyaan itu sering muncul dan ditanyakan ke gua. Jawabannya? Mungkin takdir.....

Ya sebenernya gua juga gak begitu paham kenapa suka Inter dibanding tim-tim lain. Oh ya. Sebelumnya Inter itu klub sepakbola profesional Italia yang bermarkas di Giuseppe Meazza, Milan. Internazionale punya kostum dengan warna kebesarannya, biru hitam. Dijuluki Il Nerazurri. Dalam istilah bahas Italia diartikan sebagai Si Biru Hitam. Selain itu ada julukan lain, Il Biscione (Si Ular Besar), dan La Beneamata (yang tersayang). Dibentuk pada 1908. Dan pendukungnya disebut Interisti. Selebihnya bisa baca di inter.it atau Wikipedia yaa :D

Pertama kali nonton bola "kebetulan" Inter yang ditayangkan. Dan sejak itu gua langsung suka. Sebenernya gua penggemar Ronaldo dan waktu itu masih memperkuat Inter. Jadi gua suka Inter. Hehehe. Itu kisaran awal 2001. Di situ masih inget pelatihnya si Hector Cuper. Tapi semenjak Ronaldo pindah ke Real Madrid, gua tetep suka Inter. Malah semakin-makin suka. Entah kenapa.

Setelah masa Ronaldo, gua malah menjadi fans berat Inter karena Christian Vieri. Gua sampe sekarang masih inget-inget lupa. Karena gua inget Vieri pernah mencetak 4 gol dalam satu pertandingan tapi lupa lawannya apa. Hehehe. 

Gua kagum karena sejak tahun 2000 Inter punya tradisi pemain-pemain yang luar biasa. Di posisi kiper, dari masanya Francesco Toldo, Julio Cesar, dan sekarang ada Samir Handanovic. Posisi bek dari Ivan Cordoba, Fabio Cannavaro, Marco Materazzi, Walter Samuel, Lucio, Maicon, Javier Zanetti, dan sekarang ada Andrea Rannocchia. Pemain tengah? Membanjir sekali nama-nama yang terkenal, Luigi Di Biaggio, Youri Djorkaeff, Emre Belozoglu, Patrick Vieira, Esteban Cambiasso, Juan Sebastian Veron, Luis Figo, Thiago Motta, dan Wesley Sneijder. Barisan penyerang? Wah sangat banyak. Ronaldo, Alvaro Recoba, Julio Cruz, Adriano, Gabriel Batistuta, Christian Vieri, Samuel Eto'o, Diego Milito, Giampaolo Pazzini, Diego Forlan, Antonio Cassano, dan Rodrigo Palacio. Yah walaupun mereka semua tidak membawa kesuksesan  untuk Inter. Hehehe. Tapi, banyak hal positif yang mereka berikan.

Kisah Kasih 8 Februari

Kisah Kasih 8 Februari

Gua ingin berbagi cerita sedikit tentang Annisa Nazila. Dia pacar gua. Sebelumnya kita sudah kenal sekitar tiga bulan. Gua diperkenalkan oleh Rendy, temen gua dengan bantuan pacarnya, Ajeng. Sebenernya sih waktu itu gua kebetulan lagi gak mencari pacar. Tapi karena direkomendasikan oleh teman, ya gak masalah.

Awal kenalan kita cuma sms-an aja sebelum sempat bertemu. Padahal rumah kita gak jauh, cuma dua kilometer kira-kira. Ya dalam jenjang waktu 3 bulan itu gua merasa cocok dengan dia, sudah terpikir untuk "menembak" dia. Tetapi masih belum yakin, karena sebelumnya, kita sama-sama mendambakan orang lain dan berakhir dengan bertepuk sebelah tangan. 

Gua suka dengan kepribadian dia, gak "neko-neko", gak banyak gaya, dan satu hal dia gak menggunakan Blackberry. Hehehe. Ya bisa dibilang gua punya pengalaman buruk dengan wanita Blackberry. Karena mereka seperti memiliki prinsip "BBM (Blackberry Messenger) menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh". Jadi mereka lebih tertarik dengan teman BBM daripada sms-an dengan gua. Ibaratnya, mereka lebih suka "Blind Date". Karena gua juga kurang suka dengan Blackberry, alhasil komunikasi lebih sulit.

Ya akhirnya gua membulatkan tekad untuk "menembak" dia. Waktu itu tanggal 7 malem. Kebetulan gua lagi bersama teman-teman. Dan kepikiran untuk "nembak". Tetapi dia pasti tidak suka jika ditembak tidak langsung tatap muka. Akhirnya tanggal 8, gua ke rumahnya. Dan diterima. Alhamdulillah.

Setahun berlalu. Suka dan duka telah kita lalui bersama. Toleransi dan kepercayaan sangat diuji ketika kita hidup satu kampus, satu daerah, tetapi beda fakultas dan jurusan. Mulai dari kegiatan akademik maupun organisasi atau kepanitiaan sangat menyita waktu. Determinasi dan waktu kita terbagi. Tetapi gua salut sama dia. Dia tetap percaya sama gua. Walaupun gua tipe orang yang sangat waspada untuk urusan perasaan. Hehehe. Sekitar sebulan sebelum bulan Ramadhan, gua pergi ke Blitar untuk magang. Sebulan lamanya kita tidak berjumpa. Tetapi kita berhasil menjaga hati dan perasaan masing-masing. 

Beruntung punya pacar dia yang sangat mengerti perangai dan tabiat gua apa adanya. Semoga kita bisa tetap langgeng. Bisa tetap menjaga perasaan. Dan saling mengerti. Gua belum bisa menceritakan dan mengulas secara detil. Tetapi gua rasa sudah cukup dengan tulisan ini.

"I Love You Annisa Nazila"

Sunday, November 25, 2012

Dipimpin oleh Peminpin Pimpinan

Dipimpin oleh Peminpin Pimpinan

Banyak orang bilang, pemimpin dan pimpinan adalah dua hal yang berbeda dan sama. Berbeda dan sama? Aneh ya. Ya karena orang bilang pimpinan adalah seseorang atau sekelompok yang memimpin dan diakui karena jabatan, pengangkatan formal, resmi, atau ikatan saja. Dan pemimpin adalah seseorang atau kelompok yang memimpin berdasarkan pengakuan oleh "bawahan" atau lebih dianggap pantas. Berbeda memang, tapi sama. Ya sama-sama memimpin. sama-sama punya kekuatan dan kuasa, walaupun berbeda. Toh kalian yang membedakan, kalian yang menyamakan. Hehehe.

Sebenarnya apapun sebutannya, apapun julukannya, semua orang adalah pemimpin. Ya setidaknya itu pemimpin dirinya sendiri. Hehehe. Mereka sama-sama memiliki tanggung jawab kepada tugas dan kewajibannya masing-masing. Contohnya, kalau presiden, pemimpin rakyat dan warga negaranya. Kalau pelatih sepakbola, pemimpin atas pemain-pemainnya. kalau dosen memimpin mahasiswa terhadap mata kuliahnya. kalau pembantu, ya memimpin atas tanggung jawab kebersihan rumah dan harta sang majikan.

Dipimpin oleh pemimpin pimpinan.

Ya pada artinya kita semua ini adalah pemimpin, kita dipimpin oleh seorang pemimpin yang memimpin pimpinan. Ribet ya kalimatnya? Hehehe. Itu cuma permainan kata aja. Artinya, seorang pimpinan, seperti presiden pasti dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat yang punya nilai lebih di mata rakyat.Tokoh masyarakat boleh disebut pemimpin karena diakui oleh rakyat. Presiden boleh disebut pimpinan karena jabatan resminya. Rakyat pun boleh disebut pemimpin dan pimpinan. Karena jabatan resminya hanya bawahan dan karena mereka punya tanggung jawab atas dirinya masing-masing. Hehehe. Ribet ya?

Toh presiden bekerja dan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan keinginan rakyatnya. Begitupun dengan tokoh-tokoh masyarakat yang sering mendengarkan dan menyampaikan keingingan dan kebutuhan rakyatnya.

Ya semua itu sederhana. Tapi ribet. Sama seperti kalian yang membedakan pemimpin dan pimpinan. Jadinya aku iseng untuk menulis tentang ini. Hehehe. :D  

Tuesday, October 9, 2012

Jika Anak dan Ia Akan Terbiasa

Jika Anak dan Ia Akan Terbiasa

 Jika anak banyak dicela, Ia akan terbiasa menyalahkan.

Jika anak banyak dimusuhi, Ia akan terbiasa menentang.

Jika anak dihantui ketakutan, Ia akan terbiasa merasa cemas.

Jika anak banyak dikasihani, Ia akan terbiasa meratapi nasibnya.

Jika anak dikelilingi olok-olok, Ia akan terbiasa menjadi pemalu.

Jika anak dikitari rasa iri, Ia akan terbiasa merasa bersalah.

Jika anak serba tak dimengerti, Ia akan terbiasa menjadi penyabar.

Jika anak banyak diberi dorongan moral, Ia akan terbiasa percaya diri.

Jika anak banyak dipuji, Ia akan terbiasa menghargai.

Jika anak diterima oleh lingkungannya, Ia akan terbiasa menyayangi.

Jika anak tidak banyak dipersalahkan, Ia akan terbiasa senang menjadi dirinya.

Jika anak mendapatkan pengakuan dari sekelilingnya, Ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya.

Jika anak diperlakukan dengan jujur, Ia akan terbiasa melihat kebenaran.

Jika anak ditimang berat sebelah, Ia akan terbiasa melihat keadilan.

Jika anak mengenyam rasa aman, Ia akan terbiasa mengandalkan diri dan memercayai orang sekitar.

Jika anak dikerumuni keramahan, Ia akan terbiasa berpendirian.

Bagaimana dengan kamu?

Yang manakah masa kecilmu?

Anak seperti apa kamu?

Ini hanya gambaran. Bukan kenyataan keseluruhan. :)

Saturday, September 1, 2012

Fenomena Mutisme Elektif


Beri aku laptop, maka aku dengan senang hati akan menghabiskan waktu sebanyak yang aku mau untuk bermain-main dengannya. Atau, cukup beri aku buku saja, aku akan merasa lebih dekat lagi dengannya, aku lebih menyukainya daripada orang.

Aku juga menyukai hujan. Karena saat berjalan dalam hujan, payung, properti sederhana yang cukup berarti dalam hidupku, membantu menyembunyikan wajahku dari tatapan orang. Aku merasa orang selalu memperhatikanku. Itu membuatku merasa tidak nyaman.

Sebegitu buruknyakah Aku? Ya, dan tidak.

Kelemahanku lebih kuat pengaruhnuya masuk ke dalam diriku, sehingga menutupi kelebihan, mengalahkan potensi, mengabaikan akal sehat, serta mematahkan keinginan dan khayalanku akan masa depan.

Ini masalah yang mengusik hidupku, masalah terbesar dalam hidupku, dan ini membuatku frustasi. Kalau ada yang mencoba mengakhiri hidupnya karena depresi, aku mengerti hal itu, walaupun itu bukan tindakan yang benar. Aku memahaminya, karena aku pernah begitu frustasi sehingga aku menginginkan hidupku segera berakhir.



Di atas adalah sepenggal cerita yang saya ambil dari buku It's Me karya Yuyun Yuliani. Buku ini mengisahkan tentang pengalaman nyata seorang penyandang Mutisme Elektif. Salah satu gangguan fungsi sosial di mana seseorang mampu berbicara, tapi enggan melakukannya karena alasan emosional.

Tidakkah aneh? Mungkin selama ini kita belum mengetahui sama sekali tentang ini. Saya pun, tahu setelah membaca buku itu. Yah cukup shock juga ketika membacanya, pasti akan berpikir "Kok ada ya orang seperti ini?" "Kok bisa ya seperti ini?" "Apa susahnya sih tinggal ngomong doang kok?" Ya jika mengingatnya sekali lagi ya ini sebuah gangguan sosial semacem fobia yang tidak bisa dihilangkan begitu saja kan?

Menurut saya, Mutisme Elektif jauh lebih "mematikan" daripada Narkoba. Karena dia akan tersiksa jika mengobrol dengan orang asing, merasa terancam. Apalagi di dalam keramaian, kerumunan banyak orang. Bagaimana dia hidup di dalam dunia yang ada bermilyar-milyar manusia yang berbeda-beda? Bandingkan dengan pecandu Narkoba yang akan bahagia ketika berkumpul bersama teman-teman menggunakan obat-obatan terlarang bersama. Sungguh menyedihkan.

Ya mulai sekarang, kita harus lebih memperhatikan seorang anak yang lebih memilih menonton tv, mengurung diri di kamar dan di rumah daripada harus bermain bersama teman-teman sekolah atau sebayanya. Harus mencoba memperhatikan orang yang lebih pendiam dari kebanyakan orang pendiam. Karena mungkin, mereka adalah salah satunya. Mutisme Elektif.

Postingan Populer